Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2007

Di Internet, Media Massa Nasional (Harusnya) Kian Cepat, Akurat, Lengkap dan Mendunia,” demikian judul yang di tulis oleh mas Priyambodo, seorang wartawan senior di LKBN Antara yang juga seorang pelopor cyberjournalism di Indonesia.

Berangkat dari judul tersebut, penulis merasa tergelitik untuk melihat dari sudut pandang media massa lokal di Lampung, yang mencoba memanfaatkan Teknologi Internet (Cyber Media) dalam hal penyajian informasi yang akurat, cepat dan lengkap bahkan syukur-syukur gratis!.


Media Massa cetak kini tidak bisa mengandalkan “bisnis kertas”-nya saja . Dunia sudah berubah, Teknologi semakin canggih dengan Internet. Informasi yang cepat kini tersaji dengan mudah melalui layar PC bahkan bisa di akses mobile melalui handphone dan PDA. Untuk mengetahui informasi, orang tinggal klik, maka tersaji berbagai berita dari berbagai belahan dunia.


Bagaimana media massa cetak mengantisipsinya? Tentunya media bisa menggunakan divisi online untuk tetep bisa menyajikan berita bagi pengguna internet, sehingga mampu menyajikan informasi secara cepat. Namun, bagaimana dengan media online yang telah terlebih dahulu masuk dan menjadi langganan para netters?


DetikCom saat ini menjadi leader di pasar media online. Bahkan Koran Kompas yang begitu hebat brand awareness-nya di cetak, ketika masuk ke online melalui Kompas.com/Kompas.co.id, tak mampu menyaingi Detikcom. Detikcom kini malah menjadi “nara sumber” utama berita terkini bagi berbagai media baik itu cetak maupun media online, baik lokal maupun media nasional.


Kelebihan Detikcom sebagai Portal berita online, dengan berita yang “mengalir” per sekian detik tentunya menjadi pilihan sumber informasi Bagi sejumlah orang, terutama yang maniak berselancar di dunia maya.


“Berita baru setiap detiknya. Siapa nolak? Saat ini baru de***.com yang mampu memberikannya plus namanya pas banget dengan selling proposition (maaf nggak tahu bahasa Indonesianya yang pas) yang dibangun. Andai saja ada yang mampu memberikan berita terbaru setiap milidetiknya….pasti deh orang berbondong pindah”


Demikian di tulis oleh indra, seorang bloger, dalam komentarnya pada diskusi tentang media online di Blog Bapak Nukman (owner virus-communicationsDOTcom). Jelas disini diketahui bahwa untuk masuk dalam dunia online, media harus bisa menyajikan informasi yang cepat dan tetap menjaga akurasi serta kelengkapan beritanya.


Bagaimana dengan di lampung? Menurut tinjauan penulis, media lokal masih belum maksimal dalam mengelola media online. sebut saja misalkan dua media besar di lampung, yaitu Radar Lampung dan Lampung Post.


Radar Lampung melalui Radarlampung.co.id mencoba menamplkan kliping-kliping berita dari versi cetak mereka. Begitu pula dengan Lampung Post, mereka meng-online kan berita cetak mereka dalam versi online.


Berita aktual? Tidak ada. Sejauh pengamatan penulis, dua media tersebut belum menyajikan berita-berita aktual lewat edisi online mereka. Padahal, bagi kaum netters, berita aktuallah yang dicari diinernet sebagai bacaan pelengkap bahkan utama dalam mengkonsumsi informasi.


Media online menurut
Happy Hanantoputro untuk bisa eksis setidaknya jangan melupakan 3 aspek utama:

Jurnalisme, kaidah jurnalistik yang digunakan kebanyakan masih menggunakan pola lama (yang diterapkan di “media konvensional”).

Komunikasi, “mengingkari” teori-teori dasar komunikasi, bahwa pesan adalah media itu sendiri, artinya media dibuat memang untuk publik, bukan untuk (selera dan ego) pengelolanya.

Teknologi, menempatkan teknologi sebagai pembawa pesan, bukan penyampai pesan. Artinya teknologi hanya dipandang sebagai carrier.


Seperti yang disarankan Sunaryo Kusumo, masih dalam diskusi di Blog pak Nukman, menyatakan bahwa:


“Untuk skala nasional, media berita online memang tidak dapat dipungkiri telah dikuasai oleh detik.com. Oleh karena itu, kita bisa mulai menguasai pangsa pasar media online lokal saja yang masih lowong dan terbuka lebar dengan segala fasilitas yang lengkap dan bermanfaat bagi pembacanya.

Lalu bentuk juga sebuah komunitas pembaca lokal yang setia mengikuti media lokal tersebut. Bisa lewat mailing list, member card, gathering, friendster dan sebagainya. Trafiknya memang tidak akan bisa menyamai detik.com, tetapi untuk media lokal, sudah cukup apabila dia memiliki banyak pengunjung yang loyal dan beritanya dirujuk oleh media nasional, radio, tv, dsb.”

Untuk kasus lampung, penulis merasa Lampung Post dot Com bisa melihat celah ini. Sebagai media lokal, Lampungposdotcom bisa mulai menguasai pangsa pasar media online lokal yang terbuka. Kemudian membentuk komunitas-komunitas lokal yang mampu menjadi corong dalam membangun brand dot com-nya lampungpost. Dan tentu saja seperti diutarakan di awal, media online harusnya menyajikan informasi yang cepat, lengkap dan akurat bahkan gratis!

Iklan

Read Full Post »

Tuhan kirimkanlah aku
Kekasih yang baik hati
Yang mencintai aku
Apa adanya…

just call : +6281927982929 (halah ini cuman miscall langsung dengerin the rock mantep lah nggak perlu nyomot2 di multiply …

Read Full Post »

Hadir!

yah saya hadri setelah beberapa hari absen dari dunia blog, ada banyak yang mau saya tulis, semoga ini dapat tercapai. …

Read Full Post »

Rektor Unila 2007 – 2011


saya selaku pribadi mengucapkan selamat atas pelantikan Bapak Prof. Dr. Ir. Sugeng P Hariyanto, M.Sc sebagai Rektor Universitas Lampung periode 2007 – 2011.

Pak sugeng yang juga Dekan FMIPA unila ini di lantik oleh Menteri Pendidikan Nasional bersamaan dengan Pelantikan rektor Unsri Palembang.

di media radar lampung pak rektor akan segera membersihkan unila dari dosen S-1, yah jangan nerima dosen S-1 gech pak.

Selamat yah … bapak lah yang akan mewisuda saya nanti …

Read Full Post »

ngobrolin iklan yuk!

saya barusan baca buku om bud alias budiman hakim, seru sih, cuman pas tengah-tengah pembahasan polemik industri periklanan kok jadi membosankan?ada postingan, eh tulisan tentang blog juga loh di halaman 312 sampe 317, dan penulis sendiri punya blog disini, dan disini

foto di dapat dari sini

Read Full Post »

BE 1 PilGub 2008


tiba-tiba hampir di setiap gank dan jalan di wilayah bandar lampung diaspal ulang atau ada perbaikan, pembangunan mulai rame. ada apa nih, ada apa?

acara halal bihalal tak ada putusnya padahal syawal dah beranjak pergi. paguyuban sibuk dengan acara ramah-tamah, pengukuhan, rapat kerja, dan berbagai pertemuan yang di sponsori bapak ini lah bapak itulah. kegiatan lomba begitu meriah dengan memperebut piala gubernur, piala bupati, piala pembina lsm/ormas, piala ketua partai, piala pengurus orams A/B/c dsb.

ada apa ini?Lampung kok jadi rame.

mantan rektor Unila-Muhajir Utomo-mendeklarasikan pencalonan diri sebagai gubernur, alzier-sang ketua dpd partai golkar-siap konvensi di partai golkar, Syahroedin-gubernur lampung-katanya didukung berbagai ormas untuk pencalonan kembali, Oemarsono -yang mantan Gubernur-ikutan lagi ajang pilgub 2008 ini, Aben Bela-anggota DPD RI-pasang spanduk dimana-mana, thomas azkia-ketua partai demokrat- siap memimpin lampung, satono-bupati lamtim-maen wayang dimana-mana, andi ahmad-bupati lamteng-siap bila dikehendaki masyarakat lampung. Khasmir T sudah mulai terjun di lapangan .

ada apa ini?lampung muali panas.

partai A konvensi, partai B siap mencalonkan si A, partai C siap gabung dengan Partai D, E dan F.

terus ajah orang ngurusin kursi yang satu, buang duit sana, buang duit sini. modal 11 M, padahal gaji cuman beberapa belas juta sebagai Gubernur. nyari sponsor kesana-sini, pengusaha hitam, koruptor. malah korupsi buat kampanye.

ada apa ini?

Read Full Post »

hari ini dapet undangan Walimatussafar di salah seorang pengurus Paguyuban Jawa Barat (PAJAR) provinsi Lampung, nyampe di tempat ternyata acara sudah dimulai (atau malah hampir selesai). ketemu beberapa kenalan yang sering hadir dalam acara Paguyuban, tapi kok banyak orang Lampung Post yah?, oh iya ding, suami dari Bu Hayati Nufus (sahibul hajat) kan kerja di Lampung Post, namanya Pak Iskandar. Untungnya, aku kenal beberapa orang Lampung Post, jadi bisa langsung gabung dan bisa ngobrol-ngobrol sambil dengerin tausiyah dari ustad. tausiahnya cukup seru dan segar, walaupun kadang banyak istilah yang diucapkan kurang di mengerti, maklum ustadnya orang lampung. audien yang ahdir menurut saya mayoritas dari 2 suku, sunda dan lampung. yah orang2 lampung itu pasti kenalan dan handai taulan pa Iskandar, sedangkan orang-orang sundanya warga yang aktif di Paguyuban.

sekitar pukul 12.00 wib, tausiyah selesai dan dilanjutkan dengan makan2 baik yang ringan maupun yang berat. karena antrian makanan berat terlalu panjang, saya ngambil yang ringan aja di pojok, wah es krim nya lumayan. sambil makan es krim ngobrol iseung dengan salah satu kawan waktu di Bengkel Jurnalisme, Adian Saputra yang juga korektor Lampung Post dengan rambut gundulnya yang khas. tapi tak lama, dia mendapat jatah makan, jadi obrolan di hentikan sejenak.

setelah habis makan es krim, saya ikutan ngantri untuk mendapatkan jatah makan. wah makan gratis hari ini menunya cukup mantap, ada semur sapi, ayam suwir, sop jagung, dan keripik melinjo pedes. setelah dapat bagian, saya langsung cari kursi yang kosong. sambil makan, beberapa kenalan say hai, hallo dan saling bertanya apa kabar. acara ini seakan-akan hala bihalal dengan warga jawa barat di lampung, soalnya, pas acara halal bihalal Paguyuban Jawa Barat, saya tidak sempet hadir walaupun yang bikin dan menyebarkan undangannya saya. acara tersebut kebetulan dilaksanakan pada tanggal 27 oktober 2007 yang bertepatan dengan kehadiran saya di acara Pesta Blogger 2007 di Blitz Megaplek, Grand Indonesia, Jakarta.

pas asyik-asyiknya makan, hujan turun dengan deras. dan tribun yang menutupi halaman rumah tempat acara tak mampu melindungi undangan dari guyuran hujan. wah motor saya basah beserta jaket dan tas yang ada di motor, pada audiens pun jadi pada berdiri, karena tribunnya bocor dan membasahi beberapa kursi.

sambil menunggu hujan reda, saya kembali ngobrol ngaler ngidul sama Adian Saputra. tiba-tiba dia melihat Pin Blogger yang menempel di saku baju saya. akhirnya obrolan tentang Blogger jadi bahasan santai sambil menunggu pulang. lalu saya katakan bahwa Pin ini oleh-oleh dari Pesta Blogger 2007 di Jakarta kemaren, dan saya bilang yang dari Lampung cuman saya yang datang, itupun bukan mewakili Lampung, melainkan utusa pribadi dari personal blog abah oryza.

ngomongin blogger ternyata Adian juga punya Blog, cuman kata dia itu juga dibikinin dan jarang di up date. kata saya nggak apa-apa, asal tau ajah, tapi kalo mau seru lagi ntar gabung ajah di Blogger lampung, nanti saya masukin ke Lampunggech DOT com.

hujan reda, obrolan tentang blog usai, kami saling pamit, dan tak lupa salaman dengan sahibul hajat untuk saling mendoakan sebelum keberangkatan ke tanah suci.

semoga Ibu Hayati Nufus beserta Pak Iskandar pulang dengan mendapatkan Haji Mabrur, amiin.

hujan gerimis mengantar kepulangan saya ke unila lagi, dan ternyata hujan mengguyur seluruh kota Bandar lampung. kebetulan saya pulang memutar sehingga melewati beberapa kecamatan yang ada di Bandar lampung, dan ternyata hujan telah mengguyur dengan derasnya.

Read Full Post »

Older Posts »