Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2007

penting : lamaran diterima paling lambat tgl 10 januari 2008

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membuka kesempatan untuk menjadi pegawai frontliner (customers service dan teller) dengan persyaratan sebagai berikut :

A. Frontliner Umum (Kode : FL-ALL)
1. Pendidikan minimal S1 dengan nilai IPK :
a. Universitas Negeri min 2.75
b. Universitas Swasta min 3.00
2. Menguasai Bahasa Inggris dan Komputer
3. Umur sampai tanggal 3 Januari 2008 maksimal 24 tahun
4. tinggi badan pria min 165 cm, wanita min. 160 cm
5. Berpenampilan menarik
6. Bersedia di tempatkan diseluruh cabang PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk diseluruh Provinsi Lampung
B. Frontliners Tulang Bawang (kode : FL-TB)
1. Sama Seperti persyaratan Frontliner Umum, dengan tambahan pana point berikut
2. Diutamakan yang berdomisili/berasal di Tulang Bawang
3. Bersedia ditempatkan di KCP Tulang Bawang (segera dibuka) selamanya

lamaran di alamatkan atau datang langsung ke

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Cab Bandar Lampung. Jl. Laks. Malahayati No 3 Bandar Lampung 35221, Telp (0721) 482545 & 481222 Fax. (0721) 489064

Read Full Post »

bung Raden Haji Oma Irama ngeBLOG?

barusan baca majalah tempo, di halaman terakhir ada berita kecil tentang kehadiran web personal rhoma yang bernama rajadangdut.com yang dikelola oleh sahabatnya (menurut tempo).

yang menarik perhatian saya adalah, web ini tidak hanya akan menampilkan profil dia sebagai penyanyi dangdut. TAPI, BLOG … wow bung rhoma Ngeblog.

namun, sayang seribu kali sayang. pas saya klik blog tersebut ternyata eh ternyata …

eng

ing

eng

rajadangdut.com/# … inilah alamat dari blog bung Raden Haji Oma Irama dan belum di bulid dech …

gmn bung roma ini, kata nya di Majalah TEMPO web ini ada blog bung roma dalam rangka mendekatkan diri sama penggemar dan biar interaktif …

kita tunggu ajah BLOG of DUt nya BUNg Rhoma …

Read Full Post »

Untuk mengentaskan masyarakat indonesia dari kebodohan, banyak hal yang dilakukan oleh pemerintah, yaitu seperti membuat suatu kebijakan-kebijakan. Salah satunya yaitu BHP.

BHP ini adalah RUU yang kepastian hukumnya belum jelas, karena BHP ini sepertinya sangat memberatkan mahasiswa. BHP ini merupakan kelanjutan dari Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SisDikNas).

Badan hukum pendidikan khususnya di perguruan tinggi negeri ini menurut saya bukanlah satu solusi untuk menjadikan perguruan tinggi negeri menjadi lebih otonom dan tidak komersil. Malahan hal ini dapat memicu terjadinya komersialisasi pendidikan. Pendidikan akan dijadikan sebuah barang komersil yang diperjualbelikan antara orang yang punya uang dengan institusi pendidikan.

Di Perguruan Tinggi Negeri yang telah menerapkan BHP, ternyata jual beli pendidikan sangat terasa. Mahasiswa kaya sengaja diperas uangnya sebelum masuk ke perguruan tinggi. Jurusan tertentu diperdagangkan oleh universitas kepada orang tua mahasiswa. Para orang tua pun berlomba-lomba memberikan sumbangan tertinggi agar anaknya bisa masuk sesuai dengan jurusan yang diinginkan.

Dengan kata lain dapat diartikan bahwa, hanya orang-orang kayalah yang berhak atas pendidikan. Lalu, bagaimana dengan orang-orang miskin, orang-orang yang tak berduit? Ya … mereka hanya bisa gigit jari dan menyaksikan saja. Karena mustahil bagi mereka untuk merasakan hematnya pendidikan di perguruan tinggi negeri, yang tadinya mereka berharap dapat merasakan fasilitas lengkap dan dengan biaya yang terjangkau.

Tentu saja BHP masih belum bisa diterapkan di Indonesia. Karena masyarakat Indonesia yang masih plural dan persoalan tadi sangatlah bertolakbelakang dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sisdiknas.

Jika BHP tetap diterapkan di PTN, maka penerimaan mahasiswa baru bukan lagi mencari ataupun menyaring orang-orang yang pintar, bermutu, melainkan mencari dan menyaring orang-orang kaya saja tanpa memperdulikan aspek kecerdasan anak.

Lalu, kemana arah pendidikan kita?
Pendidikan yang diharapkan mampu menjadikan bangsa ini yang lebih baik dan lepas dari kebodohan, ternyata hanyalah isapan jempol saja. Karena tujuan pendidikan tidak lagi focus kepada mutu atau kualitas tetapi sebaliknya, pendidikan sekarang lebih merujuk atau condong kepada kuantitasnya.

Jika adanya BHP ini mampu membuat perguruan tinggi negeri menjadi otonom dan tidak komersil, tidak masalah untuk diterapkan, tapi jika sebaliknya BHP ini malah menimbulkan masalah bukan solusi, mungkin lebih baik BHP ini tidak perlu diterapkan.

BHP memang memiliki kelebihan dan kekurangan, sebagai sebuah system buatan manusia BHP tentu masih mempunyai peluang untuk dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Pertimbangannya bukan benar atau salah, tapi penerapannya harus benar-benar demi pendidikan Indonesia, pemerataan dan menyentuh semua lapisan masyarakat.

Sebelum disahkan RUU tentang BHP ini harus benar-benar diperhatikan mengenai kebaikan dan keburukannya, terutama sejauh mana BHP ini mampu menjadi solusi untuk masalah pendidikan yang dihadapi bangsa kita, sekaligus dampak-dampaknya. Karena yang merasakan dampak dari kebijakan tersebut bukan hanya satu atau dua orang saja tapi seluruh lapisan masyarakat akan ikut merasakannya.

Maka dari itu BHP ini memerlukan pengawasan yang ketat. Karena BHP ini merupakan masalah serius mahasiswa hal ini dapat menjadi isu mahasiswa, dan kewajiban kita sebagai mahasiswa harus kritis menghadapi isu-isu tersebut dan secara kreatif mencari solusi untuk memecahkannya.

Jadi sekarang kita tidak perlu memperdebatkannya karena yang penting sekarang adalah bagaimana agar pendidikan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan tanpa adanya komersialisasi pendidikan. Serta bagaimana cara kita dapat menciptakan orang yang benar-benar mampu menghadapi tantangan hidup sekarang, esok dan yang akan dating dan mampu bersaing di pasaran global.

Penulis : Septi, Mahasiswa PPKn 2007, ditulis dalam rangka menulis opini untuk BEM Unila, di publikasikan atas izin penulis untuk abahoryza.blogspot.com

Read Full Post »

GoingToIndonesia.Com

Contributor of this website
1. Programming and Developing : Kukuh TW
2. Cost Financing : Gunawan TW
3. Graphics Design CSS and Layout : None, Are you willing to help us ?
4. Content : All of you, Google Maps API, Google Mash-Up API

Note : This site is not endorsed by Ministry of Culture and Tourism Republic of Indonesia.

Cost to build this website until Sunday, December 16,2007

1. Domain Hosting Rp 80.000 (equal to $8.5)
2. Hosting 1 Year Rp. 100.000 (equal to $10.5)
3. 15 Working Hours

lanjut mengenai web yang digagas oleh om kukuh, saya sangat mendukung sekali. kalo bisa malah di support penuh oleh blogger indonesia. ajak kontributor dari berbagai pelosok daerah untuk memberikan sumbangsih dalam hal konten.

biaya? saya rasa blogger sekarang udah pada pandai2 kok, contohnya bikin acara pesta blogger kemaren ajah bisa sukses. nah, model pesta blogger bisa dipakai. nantinya bisa dibikin itu web sebagai promosi wisata indonesia versi blogger.

kalo mau pasang adsense juga gpp, tapi di audit oleh om pri lagi dan hasilnya digunakan sebesar-besarnya untuk keperluan blogger indonesia khususnya untuk web itu. kalo ada swasta mau promo di web itu silahkan, tapi di seleksi yang sesuai dengan target market wisata di indonesia.

sementara ide saya itu ajah kayaknya, silahkan sampein ide sama om kukuh yang punya hajat. saya pribadi dukung penuh mas ….

up date dari mas kukuh di komentar :

December 16, 2007 8:32 PM
Kukuh TW said…

Hello Indonesian Blogger,

Perlu bantuan untuk mengembangkan content pada website GoingToIndonesia.com, dalam situs GoingToIndonesia.com ini, user dipersilahkan untuk menambahkan sendiri objek-objek pariwisata
yang Anda ketahui dan belum terdaftar di situs GoingtoIndonesia.com ,

Anda juga dapat menulis artikel tentang objek pariwisata pada SITUS ANDA SENDIRI !!!, ya pada SITUS ANDA SENDIRI, tidak perlu menuliskannya pada situs GoingToIndonesia.com , karena dengan teknologi Web Mash-up Application , Tulisan anda tentang objek Pariwisata dapat kami refer secara automatis dari situs GoingToIndonesia.com (dengan catatan, blog anda dapat terindex dari google dan menggunakan kata kunci nama objek pariwisata tersebut)

Cara Berpartisipasi

1. Daftar ke GoingToIndonesia.com (proses pendaftaran mudah, tidak ditanya macam-macam, hanya tuliskan saka email anda, lalu akan dikirim password untuk masuk)

2. Setelah memiliki Account, anda dapat memilih nama kota tempat anda tinggal dan Anda dapat menambahkan objek pariwisata pada kota tempat anda tinggal

3. Anda dapat menulis artikel Pada BLOG ANDA SENDIRI, biarkan Google yang mengatur agar Summary Artikel anda Muncul pada website Kami, dan apabila Pembaca tertarik, Mereka akan mampir ke Blog Anda. Win-Win Solution , Right ?

Terima Kasih Atas Perhatiannya

Kukuh TW
http://GoingToIndonesia.com

Read Full Post »

jurnalisme dan blog

 

barusan saya jalan-jalan di blogosphere alias blogwalking. yang pasti lewat google.com lah saya banyak mencari. saya coba beberapa kata kunci seperti blog jurnalisme, adsense dan visit lampung 2009.

dari hasil pencarian itu saya kesasar ke blognya pelatihan blog jurnalistik yang diadakan oleh xl dan indo pos. di blog itu dijelaskan tentang kegiatan pelatihan blog jurnalistik untuk mahasiswa yang di lanjutkan dengan kontest blog untuk mahasiswa dengan hadiah total 100 juta. berita ini basbang memang, soalnya kegiatan pelatihannya dilaksanakan dari november sampe 1 desember 2007. tapi bagi alumni kegiatan, kontest lomba diselenggarkan pada bulan ini (tidak jelas sih tanggalnya).

saya jadi teringat aktivitas saya di bengkel jurnalisme. sejak tahun 2006 saya gabung di komunitas jurnalisme di lampung ini, saya banyak mendapat pencerahan mengenai jurnalisme dari mulai kaidah-kaidah jurnalistik sampe tata letak di media.

dalam proses belajar jurnalisme itu, saya juga sibuk dengan aktivitas ngeblog di internet. saya sebenarnya belum paham , apakah blog itu termasuk ranah jurnalisme atau tergantung blog nya. namun, dari hasil pencarian saya di mesin pencari didapatkan bahwa blog juga bisa dikategorikan sebagai hasil karya jurnalistik. malah menurut beberapa bloger dikatakan bahwa citizen jurnalism itu ada pada blog.

beberapa minggu yang lalu BEW pernah menyinggung hal tentang citizen jurnalism ini, dan saya cukup antusias dengan hal ini. sementara itu saya coba diskusi dengan beberapa jurnalis di lampung mengenai blog dan jurnalisme. hasilnya adalah secara prinsip blog tak ada masalah dari segi jurnalisme, asal tetep ikut pakem sembilan elemen jurnalistik.

kalo saya lihat dari aktivitas blognya beberapa kawan di asiabloging seperti budiputra, vavai dan lain lain, mereka saya lihat sudah menggunakan kaidah-kaidah itu dalam memberikan informasi daerahnya melalui blog. vavai misalnya dengan informasi-informasi mengenai kota bekasi, atau budiputra dengan artikel-artikel gadgetnya tetep dalam jalur jurnalistik.

jadi so what gitu loh dengan blog dan jurnalisme?

Gambar di comot dengan tanpa izin dari Kang JaF (aka izin lewat blog *kang rane izin yah*)

Read Full Post »

blog jurnalisme

barusan saya jalan-jalan di blogosphere alias blogwalking. yang pasti lewat google.com lah saya banyak mencari. saya coba beberapa kata kunci seperti blog jurnalisme, adsense dan visit lampung 2009.

dari hasil pencarian itu saya kesasar ke blognya pelatihan blog jurnalistik yang diadakan oleh xl dan indo pos. di blog itu dijelaskan tentang kegiatan pelatihan blog jurnalistik untuk mahasiswa yang di lanjutkan dengan kontest blog untuk mahasiswa dengan hadiah total 100 juta. berita ini basbang memang, soalnya kegiatan pelatihannya dilaksanakan dari november sampe 1 desember 2007. tapi bagi alumni kegiatan, kontest lomba diselenggarkan pada bulan ini (tidak jelas sih tanggalnya).

saya jadi teringat aktivitas saya di bengkel jurnalisme. sejak tahun 2006 saya gabung di komunitas jurnalisme di lampung ini, saya banyak mendapat pencerahan mengenai jurnalisme dari mulai kaidah-kaidah jurnalistik sampe tata letak di media.

dalam proses belajar jurnalisme itu, saya juga sibuk dengan aktivitas ngeblog di internet. saya sebenarnya belum paham , apakah blog itu termasuk ranah jurnalisme atau tergantung blog nya. namun, dari hasil pencarian saya di mesin pencari didapatkan bahwa blog juga bisa dikategorikan sebagai hasil karya jurnalistik. malah menurut beberapa bloger dikatakan bahwa citizen jurnalism itu ada pada blog.

beberapa minggu yang lalu BEW pernah menyinggung hal tentang citizen jurnalism ini, dan saya cukup antusias dengan hal ini. sementara itu saya coba diskusi dengan beberapa jurnalis di lampung mengenai blog dan jurnalisme. hasilnya adalah secara prinsip blog tak ada masalah dari segi jurnalisme, asal tetep ikut pakem sembilan elemen jurnalistik.

kalo saya lihat dari aktivitas blognya beberapa kawan di asiabloging seperti budiputra, vavai dan lain lain, mereka saya lihat sudah menggunakan kaidah-kaidah itu dalam memberikan informasi daerahnya melalui blog. vavai misalnya dengan informasi-informasi mengenai kota bekasi, atau budiputra dengan artikel-artikel gadgetnya tetep dalam jalur jurnalistik.

jadi so what gitu loh dengan blog dan jurnalisme?

Gambar di comot dengan tanpa izin dari Kang JaF (aka izin lewat blog *kang rane izin yah*)

Read Full Post »

beberapa hari yang lalu salah satu bloger lampung, trang. kedatangan sebuah cek yang berasal dari google adsense. nominalnya kalo nggak sala sekitar US $ 219, wow cukup pantastis sih bagi seorang mahasiswa yang kerjaannya cuman nongkrong di gedung pusat komputer mahasiswa unila.

menurut trang, ini merupakan cek pertama dari google adsense. pendapatannya meningkat sekita mulai oktober 2007, padahal diawal-awal keikutsertaan dia di google adsense cuman dapet 0, 01 – 0, 5 dolar per hari. sekarang kata dia dari blog nya dapet sekitar 3 – 5 dolar per hari.

bloger lampung yang lain kapan nyusul? makan-makan

NB. Skrinsut menyusul, dah kebelet pengen posting.
oiya bagi warga unila yang seneng IT, anak-anak klub IT Unila mau ngadain belajar bareng pada sabtu ini tanggal 15 desember 2007 di PUSKOM Unila lantai 2. keterangan lebih lanjut hub. Trang.

Read Full Post »

Older Posts »