Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘blogging’

loh kok jangan selingkuh?apa hubungannya dengan aktivitas ngeblog?maaf-maaf ini bukan lanjutan dari 100 tips itu, ini tentang aktivitas menulis blog yang harus diusahakan lebih efektif, begitu kira-kira yang disampaikan bung budi putra se pemilik AsiaBloggingNetwork.

ngeblog emang seperti juga aktivitas bercinta, minimal itu menurut saya, yang begitu mencintai aktivitas ngeblog lebih dari yang lainnya. ngeblog malah bagi saya sepertinya melebihi kebutuhan sandang, pangan dan papan . ngeblog bukan lagi sebuah keperluan dari rutinitas hidup di dunia maya.

jangan selingkuh, yah bila anda ingin fokus untuk menulis sebuah artikel seperti di tulis budi putra dalam blognya. hindari jauh-jauh aktivitas yang bakal menggangu konsentrasi menulis seperti e-mail, ngekron, chat, ym, nge-junk di milis, main game, atau bahkan main soliter.

jadi bercintalah dengan serius, dan jangan selingkuh!

Read Full Post »

di comot tanpa izin dari lampungpost.com edisi 14 November 2007

H.Bambang Eka Wijaya:

IBU Budi cemberut. Calon menantu yang dibawa putranya itu ke rumah tak doyan masakan si ibu! Gulai ayam dan rawon olahannya tak disentuh si cewek, yang malah cuma makan lalapan dengan tempe goreng!

“Siapa tak tersinggung!” entak ibu saat Budi kembali dari mengantar ceweknya. “Calon menantu kok jijik pada masakan mertuanya!”

“Maaf Bu, lupa memberi tahu!” sambut Budi memeluk lutut ibunya. “Dinda itu vegetarian! Artinya, hanya makan bahan dari tumbuhan, pantang daging atau produk hewan!”

“Apa ada manusia seaneh itu?” tanya ibu.

“Banyak! Bahkan mereka punya komunitas tersendiri!” jelas Budi. “Komunitas-komunitas unik itu terbentuk oleh berbagai kesamaan kebiasaan, minat, hobi atau malah penyakit seperti diabetes! Ini merupakan gejala global yang terus menguat didukung media internet dan seluler dewasa ini!”

“Mudah sekali membentuk komunitas!” entak ibu. “Jadi itu yang mendorong tumbuhnya komunitas baru seperti geng sekolah, pelajar senior memalak dan menggonyoh juniornya? Atau geng motor yang brutal?”

“Geng-geng itu di luar komunitas baru yang dimaksud! Juga bukan komunitas penggemar motor yang ramai dewasa ini!” tegas Budi. “Jadi kalau Menpora meminta geng-geng itu ditindak tegas, jangan digebyah-uyah pada komunitas-komunitas tersebut! Komunitas jenis baru ini, terutama blogger internet, berorientasi positif bagi pengembangan bidang yang diminati dengan tukar-menukar informasi lewat blog masing-masing! Di Indonesia kini terdapat 130 ribu blogger!”

“Bagaimana blogger bisa berkembang lebih pesat dari Al Qiyadah?” kejar ibu.

“Karena blogger merupakan jenis komunikasi baru bermodel C2C–customer to customer–yang multiarah, sehingga menjadi alternatif dari kebosanan massa pada model broadcast yang cuma searah dengan satu show untuk jutaan orang!” jelas Budi. “Blogger dengan C2C-nya berkembang sebagai medium bagi sistem komunikasi terbaru–broadband–jutaan show untuk setiap customer!”

“Waduh, kalau sedemikian pentingnya arti komunitas-komunitas jenis baru itu dalam momentum loncatan besar peradaban umat manusia, harus dijaga jangan sampai jadi korban salah tabrak oleh kekuasaan penertib saat menghabisi geng-geng brutal itu!” timpal ibu. “Soalnya kalau sedang di atas wahana kekuasaan orang kurang jeli membedakan mana yang seharusnya digusur dan yang tidak, seperti PKL legal Pasar Bambu Kuning yang mengaku tempat dagangnya sudah punya izin resmi, tapi ikut rata digusur!”

“Aku gembira ibu berkata begitu, berarti Ibu bisa memahami komunitas vegetarian calon menantu!” sambut Budi.

“Bukan pengertian ibu yang penting, melainkan petugas agar menyeleksi dengan baik setiap bertindak, benar-benar menindak yang harus ditindak, bukan asal sikat sehingga malah mengorbankan pihak yang justru seharusnya dilindungi!” tegas ibu. “Bayangkan jika akibat menteri sudah berkata keras, petugas lantas main labrak menindak yang seharusnya dilindungi, komunitas motor misalnya, sedang yang seharusnya ditumpas–geng motor–malah makin bebas merajalela!” ***

Read Full Post »